Oleh: mahapena SMKN Pasirian | 31 Januari 2011

CARA MENGENDALIKAN EMOSI

Kendalikan Emosi

A. Pengertian Emosi

Amarah adalah salah satu emosi yang kita miliki dan merupakan respon yang sangat manusiawi. Namun hal ini tidak dapat dijadikan alasan untuk tetap memelihara kebiasaan marah yang tidak sehat. Ada beberapa orang yang memiliki masalah untuk mengendalikan emosi ini, dan seringkali mengorbankan orang lain yang tidak seharusnya menerima amarah mereka.

Kita tidak dapat menyangkal perasaan kita ketika merasa marah karena suatu hal, namun kita bisa mengendalikan dan mengontrol amarah kita sehingga kita tidak menyesal di belakang hari. Karena dalam keadaan marah, orang dapat mengucapkan atau melakukan hal-hal yang sangat berlebihan dan mungkin tidak masuk akal, tidak jarang juga dapat berakibat fatal.

Kita cenderung lebih menyadari emosi bila upaya kita dalam mencapai tujuan dihambat (marah, sedih, frustrasi, kecewa, dll). Atau sebaliknya bila tujuan kita tercapai (senang, gembira). Bila ditelaah lebih lanjut emosi akan menjadi semakin jelas peranannya bila kita dapat mengingat beberapa hal berikut:

  1. Hampir seluruh suka dan duka dalam hidup ini berhubungan dengan emosi
  2. Seringkali pertentangan antar pribadi dihasilkan karena penonjolan emosi (sombong, marah, cemburu, frustrasi dll).
  3. Pertemuan antar pribadi seringkali disebabkan emosi seperti belaskasih, sayang, perasaan tertarik dll.
  1. Seringkali perilaku manusia dihasilkan oleh kekuatan emosional (meskipun beberapa pandangan menyatakan banyak perilaku berdasarkan alasan logis dan objektif).

Mengingat hal-hal tersebut maka sangatlah penting bagi individu untuk merespon emosi secara tepat. Dengan kata lain, cara seseorang mengatasi masalah secara emosional akan dapat memperkaya wawasan kehidupannya, namun dapat juga menyusahkan hidupnya sendiri.

B. Tipe Gaya Marah

Secara umum ada sua tipe gaya marah yaitu yang dipendam dan diekspresikan. Memendam marah itu tidak sehat begitu juga kalau mengekspresikan terlalu berlebihan. Marah yang dilampiaskan memang dapat membuat individu merasa lebih baik namun untuk semetara saja. Sebaliknya semakin banyak kekesalan/uneg-uneg yang dipendam, semakin besar kemungkinan meledaknya amarah setiap saat.

Kemarahan yang diekspresikan secara kaku (selalu dipendam saja atau diekspresikan secara berlebihan) ternyata bisa membahayakan kesehatan. Orang-orang yangs sering melampiaskan kemarahannya secara terbuka ataupun memendamnya memiliki resiko yang sama terhadap kesehatan jantungnya. Sehingga kesimpulannya gay marah yang terbaik adalah kombinasi dari kedua gaya tersebut.

C. Ciri-ciri marah

Agar kita dapat mengetahui kondisi di saat marah, adapun ciri-ciri yang menampakkan perilaku marah adalah sebagai berikut:

  1. Kata permusuhan, kekerasan, ketidaksukaan.
  2. Ungkapan “aku benar-benar gila”. Aku sungguh benci, aku bisa membunuhnya.
  3. Komunikasi tubuh: jari tangan mengepal, wajah tegang, mata berlikat kekerasan fisik (misalnya mndorong, menolak, memukul).
  4. Perilaku yang berkaitan dengan kemarahan: perilaku akan berkelahi,melarikan diri. Kerahan dapat diekspresikan secara lisan dengan penolakan, ejekan, penghinaan, dan bentuk lain dari yang negatif. Kemarahan juga dapat diekspresikan dengan suara, dengan berteriak, tepuk tangan dan perilaku negatif lainnya.

D. Cara Mengatasi Emosi

Emosi memang harus dapa dikontrol dengan baik. Lalu bagaimana caranya agar kita dapat mengatasi emosi tersebut?. Dibawah ini terdapat 10 cara mengendalikan emosi, adalah sebagai berikut :

  1. Salah satu kunci penting untuk mengatasi amarah adalah dengan mengidentifikasikan atau mengenali akar masalah atau obyek penyebab kemarahan anda. Banyak orang yang mempunyai pergumulan dengan amarah yang kronis, bahkan tidak pernah benar-benar yakin tentang apa yang membuat mereka marah. Saat anda mengidentifikasi penyebab kemarahan anda, anda dapat mulai berurusan dengan hal tersebut.
  2. Salah satu tujuan dari kemarahan seseorang bisa jadi adalah untuk menarik perhatian orang lain kepada diri mereka sendiri. Mereka sering merasa bahwa perhatian negatif masih lebih baik daripada tidak ada perhatian sama sekali. Jika anda merasa tidak dicintai atau dibutuhkan, ini dapat menjadi akar penyebab kemarahan anda.
  3. Terimalah fakta bahwa sebagian besar hal-hal di dunia ini berada di luar kontrol anda. Bila anda mencoba mengontrol atau mengendalikan keluarga anda, teman-teman anda, atau situasi-situasi di sekitar anda secara berkelanjutan, jelas anda akan merasa frustasi.
  4. Akar amarah anda mungkin disebabkan karena kurangnya pengampunan. Jika anda tidak pernah memaafkan atau mengampuni orang yang pernah menyakiti anda, anda sudah terperangkap dalam jebakan tak terlihat yang pelan-pelan akan menghancurkan diri anda sendiri.
  5. Banyak orang yang dikuasai amarah ternyata membenci diri mereka sendiri. Kebencian terhadap diri sendiri inilah yang menjadi akar mengapa mereka cepat sekali bereaksi secara berlebihan terhadap maksud perkataan tertentu atau perbuatan tertentu atau situasi tertentu. Anda perlu mengenali diri anda sendiri, mungkin rasa benci itu berawal dari sikap atau perlakuan atau perkataan yang anda terima dimasa lalu, kemudian ambil keputusan untuk mengampuni dan menanamkan kebenaran dalam diri anda bahwa sudah selayaknya anda mencintai diri anda sendiri karena anda berharga dimataNya. Selain itu, mungkin anda perlu mempelajari beberapa kemampuan untuk mengontrol emosi anda dengan cara yang positif.
  6. Anda mungkin marah karena hal-hal yang pernah dilakukan keluarga atau teman-teman anda di masa lalu, bahkan mungkin berpuluh-puluh tahun yang lalu. Tidaklah mustahil, bahkan mutlak dilakukan, untuk mengatasi kemarahan ini dan terus berjalan dengan kehidupan anda, namun anda harus meluangkan waktu untuk mengidentifikasi akar masalah anda dan memilih untuk mengampuni mereka yang telah menyakiti anda.
  7. Dalam beberapa kasus, ada beberapa penyebab fisik yang logis untuk amarah. Jika anda menduga bahwa masalah anda berhubungan dengan ketidakseimbangan kimiawi dalam tubuh anda, akan lebih baik jika anda memeriksakan diri ke psikiater yang berkualifikasi.
  8. Dalam prinsip kebenaran, tidak ada seorangpun yang benar-benar “dapat membuat anda marah”, meskipun mereka memprovokasi anda untuk marah. Anda dapat mengendalikan dan mengontrol respon anda terhadap orang-orang dan berbagai situasi. Posisi kontrol itu ada di tangan anda, bukan di tangan mereka.
  9. Jika anda marah, sangatlah penting menghadapinya dan menyelesaikannya secepat mungkin.
  10. Jika anda atau anggota keluarga anda sedang bergumul dengan masalah amarah ini, maka kecenderungan yang sering terjadi adalah, masalah itu tidak pergi dengan sendirinya. Sangatlah penting untuk mengidentifikasikan penyebab kemarahan tersebut dan mengambil langkah-langkah proaktif untuk mengatasinya.

 

Mr_Law


Responses

  1. b ^^


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: